SEBERAPA PENTING TEKNIK KOMUNIKASI DALAM BISNIS?

Sejak nenek moyang kita, bahkan sejak adanya manusia pertanya di dunia, komunikasi merupakan sarana utama dalam menyampaikan dan menerima pesan dalam bentuk lisan, tulisan, gestur, wajah, suara, dan sebagainya. Artinya komunikasi merupakan sarana yang sangat penting dan menentukan dalam peradaban dan kehidupan manusia yang bersifat social. Dengan komunikasi, antar manusia satu dengan yang lain menjadikan kedua orang tersebut bersosialisasi serta bisa saling menyampaikan dan menerima apa yang dimaksud dan apa tujuan.

 

Kali ini kita akan sama sama belajar dan memahami teknik komunikasi dalam dunia bisnis, seberapa penting manfaat serta tercapainya maksud dan tujuan tertentu antar individu atau kelompok yang sedang komunikasi. Sebelum melangkah lebih jauh kita simak dan saksikan beberapa pendapat pakar komunikasi berikut ini :

 

Hunghess dan Kapoor

Komunikasi bisnis adalah suatu kegiatan atau usaha individu yang terorganisir untuk menghasilkan, menjual barang dan jasa dengan tujuan untuk mendapat keuntungan dan memahami kebutuhan masyarakat. Secara umum kegiatan ini ada di dalam industri dan masyarakat.

 

Katz

Menurut Katz komunikasi bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang bertkaitan dengan pencapaian srangkaian tujuan komersil.

 

Persing

Komunikasi bisnis adalah proses penyampaian arti melalui lambang-lambang yang meliputi keseluruhan unsur-unsur yang berhubungan dengan proses penyampaian dan penerimaan pesan, baik dalam bentuk tulisan, lisan, atau non-verbal yang dilakukan di dalam suati organisasi untuk membayar orang guna memproduksi jasa dan barang dengan tujuan agar mendapatkan keuntungan.

 

Dari semua pendapat para pakar komunikasi bisnis semuanya menyatakan sangat penting komunikasi itu terutama dalam rangka mencapai tujuan yaitu mendapatkan keuntungan atau nilai komersil tertentu.

 

Nah!…kawan2 semakin menngetahui ya…maksud dan tujuan dari komunikasi terutama dalam dunia bisnis. Ohiya..tidak ada salahnya kita ketahui juga jenis jenis komunikasi. Secara umum komunikasi di bagi menjadi 2:  KOMUNIKASI VERBAL adalah menyampaikan dan menerima pesan secara lisan maupun tulisan kepada lawan bicara sehingga penyampai pesan dan penerima pesan sama sama mencapai maksud dan tujuan yang sama. Sedangkan KOMUNIKASI NON VERBAL adalah menyampaikan dan menerima pesan bukan secara lisan maupun tulisan, melainkan dengan gerakan tubuh, mimik wajah, intonasi suara.

 

Yuks…!!! Sekarang kita membahas seberapa penting komunikasi dalam ber bisnis, mari kita simak study kasus berikut ini:

 

Kasus A :

Ibu A memiliki bisnis kue kering, sehari hari berjualan di sekitar rumah nya dan menitipakan ke toko2 di sekitarnya, selama ini tidak ada kendala dalam jualannya, karena pelanggannya sudah pasti dan rutin membeli kue kering nya ibu A ini. Selama ini Ibu A ini sangat enjoy saja dengan omzet yang diperolehnya selama ini. Sehingga ibu A ini tidak merasakan kesulitan karena menganggap hasil berjualan nya sudah bisa mencukupi kehidupannya dan keluarganya.

 

Kasus B :

Ibu B bisnisnya sama dengan ibu A kue kering, selain berjualan dirumah dan menitipkan ke toko sekitarnya Ibu B ini setiap melakukan aktivitas diluar jualan ibu B ini membawa beberapa kue keringnya untuk di bagi2kan ke setiap orang yang ditemui dan selalu menyampaikan bahwa kue keringnya ini gurih, teksturnya lembut dan rasanya renyah serta tidak mudah mlempem. Selain itu Ibu B ini selalu menunjukkan kepada orang yang ditemuai bahwa bentuk kue keringnya bervariasi serta bentuk kemasannya yang bagus. Sehingga Ibu B ini memiliki pelanggan di mana2 tidak sebatas di sekitar rumah dan linkungannya.

 

Dari 2 kasus diatas kita bisa belajar bagaimana pentingnya komunikasi bisnis itu baik secara verbal maupun non verbal. Kedua jenis komunikasi verbal maupun non verbal tidak ada yang mana yang paling baik atau lebih baik, yang lebih baik dan efektif adalah mengkombinasikan antara kedua nya dengan teknik yang pas dan sesuai.

 

Komunikasi Bisnis juga dapat digunakan dalam hal negosiasi, ketika Supplier bertemu dengan Buyer, jika keduanya sama sama belum saling mengenal sudah dipastikan keduanya saling tukar menukar informasi profile. Teknik penyampaian dan penerimaan bisa berbagai cara, secara online melalui email/web atau secara offline diberikan langsung berupa hardcopy. Masing masing pihak baik supplier dan Buyer akan mempelajari dan memahami karakter dan keahlian serta pengalaman dari profile masing masing yang telah dibagikan. Selanjutnya jika supplier dan buyer memutuskan bertemu online maupun offline, mereka akan saling menilai secara gesture dan wajah serta cara berbicara dan intonasi, disinilah penentu apakah meraka akan berlanjut untuk deal atau tidak deal. Jika antara supplier dengan Buyer sudah saling kenal tetap saja diperlukan komunikasi secara intens jika mereka akan berlanjut kerjasama bisnis ataupun kerjasama yang lain.

 

Tidak bisa dihindari dalam komunikasi itu salah satu kendala terkait dengan bahasa, karena setiap daerah memiliki bahasa daerah masing2 dan antar Negara juga memiliki bahasa Negara masing2 maka bahasa ini juga faktor penting yang perlu dikuasai, meskipun kita memiliki bahasa satu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional. Namun akan lebih mudah dan fleksibel jika sama sama memahami dan menggunakan bahasa yang sama. Oleh sebab itu komunikasi verbal dan non verbal sangat tepat digunakan jika terkendala ketidaksamaan bahasa yang digunakan. Dengan demikian maksud dan tujuan akan dapat tercapai dalam hal ini transaksi jual beli.

 

Saling mempercayai satu dengan yang lain sangat diperlukan dalam membangun komunikasi yang efektif dan berkelanjutan. Sering terjadinya mis komunikasi disebabkan kurang memahaminya apa yang disampaikan dengan apa yang diterima, hal ini dapat dicegah dengan saling mempercayai dan meningkatkan komunkasi secara berkesinambungan.

 

Save healty dan safety

 

 

Helmy Syarief

www.mentorhelmy.com

SUKSES STORY UMKM NAIK KELAS MELALUI COOPERATIVE TRADING HOUSE PROVINSI JAWA TIMUR BAGIAN 3

Dibagian ke 2 kisah ini menunjukkan dan menggambarkan bahwa BangZay merupakan pengusaha yang petarung, tidak kenal menyerah dan tangguh. Kita lanjutkan yaa..di bagian 2 cerita ini bahwa BangZay menunjukkan sampel produk abon lele ke Direktur CTH Jatim dan ditanggapi oleh Bapak Helmy Syarief dengan sabar dan penuh ketelatenan. Disampaikan oleh Bapak Helmy Syarief bahwa Produk Abon lele ini sangat inovatif dan kreatif namun masih perlu banyak pembenahan terutama kemasan dan perizinan. Menerima saran dan masukan tersebut BangZay langsung bertanya “apa yang harus saya lakukan?” Bapak Helmy menjawab pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengikuti pelatihan kemasan. Kebetulan CTH Jatim merupakan program Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur maka ada beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh UKM Jawa Timur salah satunya pelatihan gratis dan dapat diikuti oleh seluruh UKM Se-Jawa Timur.

Setelah mendapatkan informasi seperti diatas segera Bangzay mencatat jadwal jadwal pelatihan yang ada, dan yang terpenting peletihan kemasan. Tidak sekedar mengikuti pelatihan kemasan, bangzay juga rajin berkonsultasi ke narasumber yang kebutulan juga salah satu tim asistensi di CTH Jatim. Beberapa kali mengikuti konsultasi kemasan bangzay sudah bisa membuat kemasan yang lumayan bagus minimal bisa menarik konsumen untuk membeli. Jadi produk dengan kemasan yang menarik bisa menambah nilai jual. Sampai disini bangzay belum merasa puas padahal penjualan pada saat ini mulai ada peningkatan karena desain kemasan masih dirasa kurang menarik keinginan nya bahan kemasan dari foil sehingga kedap, namun harga belum terjangkau sehingga diurungkan atau pending. Langkah selanjutnya sesuai arahan CTHJatim mengurus perizinan yaitu Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), pengurusan ini pengajuannya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat tempat produksi dilakukan. Proses Pengurusannya tidak terlalu lama paling lama 1 bulan sudah keluar perizinan P-IRT tersebut.

Perizinan P-IRT sudah diperoleh, kemasan pouch sudah diperoleh tinggal mengatur strategi pemasaran dan mengatur stok dan proses produksi. Pada tahapan ini bangzay tinggal memperluas jangkauan pemasaran sambil memperbaiki kualitas dan ketersediaan bahan baku.

Penasaran dengan kisah selanjutnya, bagaimana tanggapan Direktur CTH Jawa Timur Bapak Helmy Syarief melihat sampel Produk Bangzay yang dikemas sederhana tersebut? Tunggu kisah inspiratif di bagian 3, jangan sampai ketinggalan kisah inspirasi tersebut.

Tunggu tanggal mainnya di bagian 3, sekian dulu wassalamualaikum…wr..wb.

SUKSES STORY UMKM NAIK KELAS MELALUI COOPERATIVE TRADING HOUSE PROVINSI JAWA TIMUR BAGIAN 2

Hai…kawan2 dan pembaca setia kami, di bagian 1 cerita ini telah di sampaikan bahwa salah satu binaan CTH Jawa Timur pada saat kisah ini di tulis sudah berjalan transaksi Ekspor nya. Meski kolaborasi dengan pihak lain untuk menjalankan Ekspornya namun tidak menyurutkan niat selalu berinovasi dan kreatif serta memiliki niat untuk maju.

Diawali usaha yang unik dan belum banyak orang yang menjalankan bisnis tersebut, Zainal Efendi yang berdomisili di Klayatan Kota Malang Jawa Timur memulai usaha membuat minuman es dawet, minuman yang biasanya terbuat dari tepung dan dibentuk bulat lonjong kecil2. Minuman tersebut asalnya dari daerah Jawa Tengah. Namun BangZay panggilan akrab Zainal Efendi berinovasi yang unik dan berbeda, minuman dawet lele. Orang awam pasti membayangkan aneh sekaligus penasaran rasanya. Ikan lele merupakan spesies ikan yang hidup dan dipelihara untuk di konsumsi sebagai lauk pauk. Namun di tangan BanZay olahan ikan lele dijadikan minuman dawet. Diawal jualan dawet lele banyak mendapat respon konsumen yang baik maupun yang kurang baik. Namun demikian tidak membuat BangZay patah semangat bahkan terus berinovasi dan mengedukasi masyarakat bahwa minuman dawet lele nya sangat lezat dan enak di konsumsi serta bervitamin dan bernutrisi tinggi.

Tidak lama menggeluti usaha minuman dawet lele, BanZay melihat karena potensi ikan lele masih bisa di olah untuk produk lain dan sangat prospek makan beliau ber ide membuat olah ikan lele menjadi abon. Pembuatan abon lele ini juga tidak mudah, beberapa kali uji coba gagal karena banyak factor yang mempengaruhi salah satunya karena sifat ikan lele yang basah dan dijadikan abon yang harus kering perlu inovasi yang sesuai dan pastinya peralatan yang mumpuni. Setelah beberapa kali uji coba akhirnya bisa memproduksi produk olahan ikan lele yaitu Abon Lele. TIdak sampai disitu urusan belum selesai, produk abaon lele sudah jadi dan siap untuk dijual namun kendala masih ada yaitu kemasan, nah disinilah kemampuan pengusaha pemula diuji, ketika produk baru sudah jadi dan siap dijual atau dipasarkan masih masih harus memikirkan yang lainnya dan itu harus dilakukan karena terkait erat dengan strategi pemasaran.

Pada titik inilah BangZay giat mencari informasi kemasan yang sesuai dengan produknya ABon Lele. Suatu ketika berkunjung ke Cooperative Trading House/CTH Jawa Timur yang pada waktu itu ber alamat di Ruko Juanda Business Center Jl. Bandara Juanda Sidoarjo. Berbekal sampel produk yang hanya di kemas dengan plastik polos dan sederhana, memberanikan diri berkonsultasi dan menanyakan informasi terkait kemasan untuk produknya tersebut. Padahal waktu itu BangZay tidak mengetahui Cooperative Trading House itu apa?. Beliau hanya dapat info dari teman nya katanya bisa bantu pemasaran. Pertam kali menginjakkan kaki di CTH Jatim dan bertemu dengan Direktur CTH Jawa Timur Bapak Helmy Syarief. BangZay dengan percaya diri menunjukkan produknya Abon Ikan yang hanya di kemas sederhana dengan plastik polos tanpa tulisan apapun.

Penasaran dengan kisah selanjutnya, bagaimana tanggapan Direktur CTH Jawa Timur Bapak Helmy Syarief melihat sampel Produk Bangzay yang dikemas sederhana tersebut? Tunggu kisah inspiratif di bagian 3, jangan sampai ketinggalan kisah inspirasi tersebut.

Tunggu tanggal mainnya di bagian 3, sekian dulu wassalamualaikum…wr..wb.

SUKSES STORY UKM NAIK KELAS MELALUI COOPERATIVE TRADING HOUSE PROVINSI JAWA TIMUR BAGIAN I

Peningkatan jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Negara kita semakin tahun semakin meningkat seiring dengan perkembangan dunia usaha dan persaingan bisnis yang ketat. Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu Provinsi dengan jumlah penduduk yang besar dan jumlah unit usaha yang juga besar serta beragam, menjadikan Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi yang jumlah pendapatan daerah nya yang cukup besar pula.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur sebagai Pembina dalam memberdayakan dalam rngka membantu Usaha Kecil dan Menengah untuk naik kelas berupaya memberikan program program pemberdayaan dan mengawal program tersebut sehingga tepat guna dan tepat sasaran. Salah satu program unggulan yang di launching sejak 5 tahun lalu sampai saat ini memberikan kontribusi atas kemajuan dan keberhasilan dalam membina dan memberdayakan Usaha Kecil Menengah sehingga bisa naik kelas.

Cooperative Trading House (CTH) Produk UKM Jawa Timur adalah program dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur yang berdiri dan beroperasional tangga 7 Juli 2015 dan diresmikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. CTH Jawa Timur bertujuan membantu menjembatani produk UKM mempertemukan dengan Buyer potensial sehingga mampu bersaing di pasar Global. Program CTH Jatim ini sejak awal berdiri konsisten memfasilitasi dan mendampingi UKM naik kelas terutama UKM yang berorientasi Ekspor. Beberapa UKM Binaan CTH Jawa Timur yang saat awal bergabung masih belum memiliki kapabilitas dari sisi standar produk dan standar SDM UKM yang bersangkutan, setelah melalui proses pembinaan dan pendampingan terutama di proses akses pemasaran dan standarisasi produk dan SDM, setelah 2-3 tahun berjalan dengan pembinaan dan pendampingan yang intens pada akhirnya dapat memiliki standar produk dan standar SDM, bahkan ada beberapa UKM binaan CTH Jawa Timur saat ini sudah bisa Ekspor. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan CTH Jawa Timur dibutuhkan oleh UKM Jawa Timur pada khususnya dan UKM Se-Indonesia pada Umumnya. Harapannya Provinsi lain bisa mengadopsi program ini sehingga UMKM Indonesia unggul dan Indonesia Maju.

Cerita terkait UKM Binaan CTH Jawa Timur yang telah di bina dan di dampingi CTH Jawa Timur hingga saat ini bisa Ekspor akan di bahas di bagian 2 Sukses Story, demikian sedikit sharing pengalaman sejarah berdirinya Cooperative Trading House Jawa Timur, semoga bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi untuk kemajuan bersama.

 

Salam UKM Indonesia Maju dan Sukses.

 

Bersambung……….bagian 2

EKSPOR UMKM MUDAH BAGIAN IV

Kawan-kawan banyak diantara kita mungkin belum mengetahui atau memahami seluk beluk tentang Ekspor-Impor. Bagi kawan2 yang sudah ahli/pelaku Ekspor-Impor pasti sudah faham bahkan sudah ngelontok…heee…

 

Disini saya mencoba menuliskan berdasarkan pengalaman dan referensi dari mastah/master Ekspor-Impor serta referensi dari berbagai media. Sekali lagi tidak bermaksud menggurui atau merasa ahli, tidak lain dan bukan hanya sekedar berbagi informasi, jika ada yang keliru mohon dikoreksi.

 

Kali ini saya membahas terkait terkait dengan larangan dan jika melakukan ekspor (LARTAS), kawan2 yang akan mengetahui ekspor-impor wajib produk LARTAS Ekspor-Impor, pasti bermasalah di clerence Bea Cukai (BC-INA) Bea Cukai Negara Tujuan Ekspor/ Negara Asal Impor BC-NTE/NAI. Untuk mengetahuinya kawan2 dapat klik https://intr.insw.go.id/ yang sudah disempurnakan ver 5.0, link tersebut tidak hanya berisi informasi LARTAS namun juga informasi lain seperti : Kode HS, daftar pedagang resmi, kurs, regulasi, aturan asal, simulasi perdagangan, juga dapat kita ketahui masuk ke NTE 0% khusus yang ada Free Trade Agrement (FTA).

 

Demikian sedikit informasi bagi kawan2 yang belum mengetahui dan memahami seluk beluk Ekspor-Impor, sampai bertemu di pembahasan berikutnya. Thanks for sharing discussion all master expert export-import.

 

 

 

Sejalan dengan komitmen Indonesia pada inisiatif ASEAN Trade Repository (ATR) sebagaimana tertuang pada The 41st Meeting of the ASEAN Economic Ministers (AEM) yang diselenggarakan pada 13-14 Agustus 2009 di Bangkok, Thailand dan bagian dari upaya untuk mempromosikan transparansi dan prediktabilitas di ASEAN , ASEAN perlu mengembangkan ASEAN Trade Repository (ATR) dan menyepakati bahwa ATR akan menjadi repositori yang dinamis dan otoritatif dan titik referensi tunggal, memberikan informasi terkini dan akurat tentang semua tindakan tarif dan non-tarif yang diterapkan di barang yang masuk, keluar dan transit suatu negara.

Untuk memenuhi inisiatif ini, Indonesia telah mendirikan The Indonesia National Trade Repository, yang dikenal sebagai INTR adalah repositori berisi aturan dan peraturan perdagangan melalui portal Indonesia National Single Window (INSW) yang ada. Informasi dalam INTR adalah tentang kode HS, peraturan yang dikeluarkan oleh GA terkait dengan izin izin impor atau ekspor, nilai tukar, aturan asal dan juga simulasi perdagangan.

Repositori ini sebagai referensi tunggal bagi trader untuk menemukan informasi terkait prosedur impor & ekspor dan akan memungkinkan akses trader lebih mudah dan kepatuhan yang lebih baik terhadap peraturan yang ditentukan, mengurangi jumlah waktu yang diperlukan untuk setiap transaksi. peningkatan ini akan membantu membantu biaya perdagangan. Pengembangan INTR akan berintegrasi dengan NTR negara anggota ASEAN lainnya untuk mendukung data dan informasi ASEAN Trade Repository.

EKSPOR ITU MUDAH Volume 2

Kenapa harus ekspor? Hingga saat ini, menjual produk keluar negeri masih dianggap sesuatu yang sulit dan berbelit. Mereka membayangkan kegiatan ekspor melewati prosedur yang sangat rumit dan melelahkan serta berbiaya tidak sedikit, dan masih banyak kendala kendala lainnya.

 

Sebetulnya aktivitas ekspor itu justru sangat menguntungkan, karena banyak sekali keunggulannya, antara lain nilai mata uang yang berbeda dengan Negara kita sehingga mendapatkan selisih dari nilai tukar, bagi Negara kita ekspor merupakan kekuatan perekonomian karena Negara mendapatkan devisa, tahan banting krisis seperti yang di alami di dunia saat tulisan ini saya buat kondisi Negara kita dan dunia sedang dilanda pandemic covid 19. Namun demikian beberapa Negara sudah membka diri terkait aktivitas ekspor, sedangkan di Negara kita masih mengalami kesulitan dan masih berusaha memulihkan kondisi perekonomian.

 

Kita lihat bersama seperti Negara jepang yang dulu Negara nya hancur akibat Hirosima dan Nagasaki di bom sekutu sehingga memporakporandakan hampir separo Negara Jepang, namun Jepang bangkit dan berbenah dengan langkah meningkatkan aktivitas Ekspor. Hasilnya kita lihat saat ini jepang salah satu Produsen terbesar di Negara kita, hampir sebagian produk elektronik dan otomotif dikuasai produsen Jepang. Tidak ketinggalan RRC, tidak diragukan lagi hampir 50% lebih seluruh produk yang beredar di Negara kita made in China. Negara Negara yang berkonsentrasi pada perdagangan ekspor memeng meniatkan untuk memproduksi barang yang memiliki pangsa pasar Ekspor. Mereka juga maksimal memasarkan demi kejayaan ekonomi Negara. Dengan Ekspor kita juga bisa mengetahui kebudayaan dan kebiasaan setiap Negara yang berbeda beda karakter.

 

Bisnis Ekspor saat ini sangat tepat sekali dilakukan karena sejak Masyarakat Ekonomi Asean berlaku mulai 2015 tidak ada lagi sekat antar Negara dalam keluar masuk barang. Asia Tenggara yang merupakan bagian dari ASEAN merupakan pasar potensial dan sangat terbuka peluang nya. Cakupan kawasan ini menjadi sebuah pasar yang sangat besar. Sementara itu, untuk mempermudah proses perdagangan, telah dilakukan berbagai kesepakatan kerja sama ekonomi, baik itu kesepakatan antara dua Negara maupun kesepakatan regional kewasan dengan suatu Negara. Contoh kesepakatan kerjasama anggota ASEAN melalui Asean Free Trade Area (AFTA), dan Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan adanya beberapa kesepakatan kerjasama tersebut maka tidak ada sekat antar Negara yang sudah melakukan kesepakatan kerajasama.

 

Bagi kita pebisnis di Indonesia yang melakukan Ekspor, kondisi tersebut merupakan peluang sekaligus ancaman. Di satu sisi, dengan adanya pemberlakukan kesepakan kerjasama semakin membuka peluang Ekspor. Namun disisi lain, di Indonesia merupakan pasar yang memungkinkan dan sangat “empuk”. Oleh sebab itu pilihan yang ada adalah apakah kita menjadi penonton atau turut berperan memanfaatkan peluang bisnis Ekspor?.

 

Kesempatan ini harusnya dapat dimanfaatkan terutam pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam melakukan aktivitas Ekspor. Di Forum-forum kerjasama ASEAN sering di bahas kemudahan-kemudahan untuk pelaku UMKM dalam aktivitas Ekspor. Dengan berbagai kemudahan sistrm perdagangan di ASEAN, seperti Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kini saatnya melakukan Ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen berbagai barang dan jasa dari Negara lain. Dalam kesepakatan MEA setidaknya ada lima hal pokok yang harus diperhatikan, yaitu arus bebas barang, jasa, tenaga kerja terampil, investasi, dan modal.

 

Adanya arus bebas barang menjadikan persaingan kualitas dan harga barang semakin ketat. Hal ini sangat di maklumi terjadi pada produk-produk hasil pertanian negeri tetangga Asean yang masuk ke Indonesia ketika petaninya sedang atau menjelang panen raya. Ketika harga “masuk” berdatanganlah produk produk tersebut ke Indonesia tanpa bisa di cegah. Begitu juga dengan jasa, tanpa ada larangan dan hambatan. Jasa pada masa mendatang berlaku pada berbagai bidang profesi. Tenaga terampil pun juga seperti itu marak sekali berdatangan ke Indonesia seperti tukang las, jahit, montir, pramuniaga, dan sebagainya. Mereka semua tenaga tenaga professional di bidangnya.

 

Sampai disini dulu ya..gaess untuk pembahasan ekspor mudah volume 2, lain waktu kita lanjut ke  volume 3.

 

Salam,

UKM Ekspor Mendunia

EKSPOR ITU MUDAH Bag 1

Sebelum bicara Ekspor terlebih dahulu mari kita evaluasi bsinis kita yang sudah kita jalani selama ini, apakah ada peningkatan yang stabil, atau sangat meningkat secara signifikan, atau mungkin stagnan, atau bahkan menurun sampai ke titik yang tidak mampu bangkit lagi?

 

Baiklah!!… kalau kita sudah evaluasi dan mengetahui dari hasil evaluasi tersebut, yukk kita bedah salah satu kegiatan bisnis kita yang merupakan ujung tombak dari bisnis tersebut yaitu pemasaran…yaa..pemasaran. Bila kita bicara terkait pemasaran yang terbayang di benak kita adalah pembeli..sangat betul sekali karena factor utama pemasaran terletak di loyalitas pembeli. Jika pembeli loyal sudah dipastikan pemasaran kita stabil, tapi sebaliknya jika tidak loyal sudah pasti pemasaran kita akan terhambat atau terkendala. Selain factor pembeli juga dipengaruhi oleh factor lain misalnya, kualitas produk, delivery, harga, dan service.

 

Kita kembali ke strategi pemasaran… SAAT situasi seperti ini dimana kondisi pandemic yang melanda dan tidak di ketahui kapan berakhirnya. Pemasaran online menjadi satu cara yang efektif dan efisien untuk mendongkrak pemasaran. Bicara pemasaran online banyak sekali marketplace yang ada seperti shoppe, bukalapak, tokopedia, blibli, olx, dan sebagainya yang semuanya hampir sama dengan segala kelebihan dan kekurangan yang pada intinya bias membantu untuk transaksi dan komunikasi dengan pembeli.

 

Aktivitas pemasaran online tidak terlepas dari peran ekspedisi sebagai kompenen yang juga penting dalam memperlancar proses pemasaran online karena aktivitas tersebut satu rangkaian sehingga penjual dan pembeli saling di untungkan. Sebagai Penjual dapat mempromosikan produknya ke pembeli, sedangkan pembeli mendapatkan produk yang diinginkan dari penjual, disinilah peran ekspedisi agar produk dari penjual yang diinginkan pembeli sampai di tangan sehingga penjual juga mendapatkan pembayaran sesuai yang disepakati dengan pembeli.

 

Terkait Ekpedisi, banyak sekali provider yang ada misalnya : TIKI, JNE, JNT, T&T, Pos, Wahana, Kereta Api, dan sebagainya yang ke semua nya membantu mengirimkan barang dari penjual dan sampai di tangan pembeli dengan selamat sesuai yang diinginkan.

 

Sampai disini kawan-kawan sudah memahami yaa…, intinya kita sebagai penjual aktivitas yang saya uraikan diatas sudah dilakukan oleh kawan kawan disini sebagai pebisnis, jika ada perbedaan mungkin hanya dalam hal frekuensi dan intensitas nya saja.

 

Berikutnya kita bahas terkait ekspor ya….gaess…

Jika kawan kawan sudah pernah melakukan aktivitas yang saya sebutkan diatas berarti kawan kawan juga sudah bisa melakukan aktivitas ekspor, karena notabene ekpor itu sama dengan jual beli di dalam negeri hanya bedanya kita jualan ke Negara lain. Inti dari aktivitas ekspor itu adalah menawarkan suatu barang kepada calon pembeli di luar negeri. Yang perlu disiapkan oleh eksportir adalah mencari pembeli, menawarkan barang ke pembeli, deal dengan pembeli, dan menyiapkan barang yang di pesan pembeli selanjutkan di kemas/packing, berikutnya antarkan ke ekspedisi selanjutkan ekspedisi yang mengurus segala sesuatunya termasuk surat surat dan dokumen kepabeanan dan mengirimkan ke pembeli diluar negeri sesuai alamat yang dituju. Sesimpel itu!!!!!!.

 

Sampai disini dulu ya..gaess untuk pembahasan ekspor mudah volume 1, lain waktu kita lanjut ke  volume 2.

 

Salam,

UKM Ekspor Mendunia

PENTINGKAH TEKNIK KOMUNIKASI BISNIS?

              Sejak nenek moyang kita, bahkan sejak adanya manusia pertanya di dunia, komunikasi merupakan sarana utama dalam menyampaikan dan menerima pesan dalam bentuk lisan, tulisan, gestur, wajah, suara, dan sebagainya. Artinya komunikasi merupakan sarana yang sangat penting dan menentukan dalam peradaban dan kehidupan manusia yang bersifat social. Dengan komunikasi, antar manusia satu dengan yang lain menjadikan kedua orang tersebut bersosialisasi serta bisa saling menyampaikan dan menerima apa yang dimaksud dan apa tujuan.

 

Kali ini kita akan sama sama belajar dan memahami teknik komunikasi dalam dunia bisnis, seberapa penting manfaat serta tercapainya maksud dan tujuan tertentu antar individu atau kelompok yang sedang komunikasi. Sebelum melangkah lebih jauh kita simak dan saksikan beberapa pendapat pakar komunikasi berikut ini :

Hunghess dan Kapoor

Komunikasi bisnis adalah suatu kegiatan atau usaha individu yang terorganisir untuk menghasilkan, menjual barang dan jasa dengan tujuan untuk mendapat keuntungan dan memahami kebutuhan masyarakat. Secara umum kegiatan ini ada di dalam industri dan masyarakat.

Katz

Menurut Katz komunikasi bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang bertkaitan dengan pencapaian srangkaian tujuan komersil.

Persing

Komunikasi bisnis adalah proses penyampaian arti melalui lambang-lambang yang meliputi keseluruhan unsur-unsur yang berhubungan dengan proses penyampaian dan penerimaan pesan, baik dalam bentuk tulisan, lisan, atau non-verbal yang dilakukan di dalam suati organisasi untuk membayar orang guna memproduksi jasa dan barang dengan tujuan agar mendapatkan keuntungan.

 

           Dari semua pendapat para pakar komunikasi bisnis semuanya menyatakan sangat penting komunikasi itu terutama dalam rangka mencapai tujuan yaitu mendapatkan keuntungan atau nilai komersil tertentu.

 

          Nah!…kawan2 semakin menngetahui ya…maksud dan tujuan dari komunikasi terutama dalam dunia bisnis. Ohiya..tidak ada salahnya kita ketahui juga jenis jenis komunikasi. Secara umum komunikasi di bagi menjadi 2:  KOMUNIKASI VERBAL adalah menyampaikan dan menerima pesan secara lisan maupun tulisan kepada lawan bicara sehingga penyampai pesan dan penerima pesan sama sama mencapai maksud dan tujuan yang sama. Sedangkan KOMUNIKASI NON VERBAL adalah menyampaikan dan menerima pesan bukan secara lisan maupun tulisan, melainkan dengan gerakan tubuh, mimik wajah, intonasi suara.

 

         Yuks…!!! Sekarang kita membahas seberapa penting komunikasi dalam ber bisnis, mari kita simak study kasus berikut ini:

Kasus A :

Ibu A memiliki bisnis kue kering, sehari hari berjualan di sekitar rumah nya dan menitipakan ke toko2 di sekitarnya, selama ini tidak ada kendala dalam jualannya, karena pelanggannya sudah pasti dan rutin membeli kue kering nya ibu A ini. Selama ini Ibu A ini sangat enjoy saja dengan omzet yang diperolehnya selama ini. Sehingga ibu A ini tidak merasakan kesulitan karena menganggap hasil berjualan nya sudah bisa mencukupi kehidupannya dan keluarganya.

Kasus B :

Ibu B bisnisnya sama dengan ibu A kue kering, selain berjualan dirumah dan menitipkan ke toko sekitarnya Ibu B ini setiap melakukan aktivitas diluar jualan ibu B ini membawa beberapa kue keringnya untuk di bagi2kan ke setiap orang yang ditemui dan selalu menyampaikan bahwa kue keringnya ini gurih, teksturnya lembut dan rasanya renyah serta tidak mudah mlempem. Selain itu Ibu B ini selalu menunjukkan kepada orang yang ditemuai bahwa bentuk kue keringnya bervariasi serta bentuk kemasannya yang bagus. Sehingga Ibu B ini memiliki pelanggan di mana2 tidak sebatas di sekitar rumah dan linkungannya.

 

         Dari 2 kasus diatas kita bisa belajar bagaimana pentingnya komunikasi bisnis itu baik secara verbal maupun non verbal. Kedua jenis komunikasi verbal maupun non verbal tidak ada yang mana yang paling baik atau lebih baik, yang lebih baik dan efektif adalah mengkombinasikan antara kedua nya dengan teknik yang pas dan sesuai.

 

          Komunikasi Bisnis juga dapat digunakan dalam hal negosiasi, ketika Supplier bertemu dengan Buyer, jika keduanya sama sama belum saling mengenal sudah dipastikan keduanya saling tukar menukar informasi profile. Teknik penyampaian dan penerimaan bisa berbagai cara, secara online melalui email/web atau secara offline diberikan langsung berupa hardcopy. Masing masing pihak baik supplier dan Buyer akan mempelajari dan memahami karakter dan keahlian serta pengalaman dari profile masing masing yang telah dibagikan. Selanjutnya jika supplier dan buyer memutuskan bertemu online maupun offline, mereka akan saling menilai secara gesture dan wajah serta cara berbicara dan intonasi, disinilah penentu apakah meraka akan berlanjut untuk deal atau tidak deal. Jika antara supplier dengan Buyer sudah saling kenal tetap saja diperlukan komunikasi secara intens jika mereka akan berlanjut kerjasama bisnis ataupun kerjasama yang lain.

 

          Tidak bisa dihindari dalam komunikasi itu salah satu kendala terkait dengan bahasa, karena setiap daerah memiliki bahasa daerah masing2 dan antar Negara juga memiliki bahasa Negara masing2 maka bahasa ini juga faktor penting yang perlu dikuasai, meskipun kita memiliki bahasa satu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional. Namun akan lebih mudah dan fleksibel jika sama sama memahami dan menggunakan bahasa yang sama. Oleh sebab itu komunikasi verbal dan non verbal sangat tepat digunakan jika terkendala ketidaksamaan bahasa yang digunakan. Dengan demikian maksud dan tujuan akan dapat tercapai dalam hal ini transaksi jual beli.

 

          Saling mempercayai satu dengan yang lain sangat diperlukan dalam membangun komunikasi yang efektif dan berkelanjutan. Sering terjadinya mis komunikasi disebabkan kurang memahaminya apa yang disampaikan dengan apa yang diterima, hal ini dapat dicegah dengan saling mempercayai dan meningkatkan komunkasi secara berkesinambungan.

 

Save healty dan safety

Helmy Syarief

www.mentorhelmy.com  

BRANDING VS MARKETING, MANA YANG PENTING?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.


              Jika kita sebagai pebisnis istilah Branding dan Marketing tentunya tidak asing lagi di telinga, bahkan saking seringnya mendengan istilah itu sampai sampai seperti melekat di telinga. Yang pasti keduanya wajib dan harus dikuasai oleh pebisnis jika ingin bisnis nya berkelanjutan dan berkembang. Beberapa pakar bisnis memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda terkait hal tersebut, namun sangat wajar sepanjang perbedaan tersebut tidak signifikan yang penting inti pemahamannya sama.


            Alangkah baiknya kita ketahui dulu definisi atau pengertian kedua istilah Branding dan Marketing. Branding adalah citra atau identitas sebuah produk yang memiliki kekuatan untuk menarik loyalitas konsumen atau pelanggan, sehingga pelanggan atau konsumen selalu ingat dengan Brand tersebut. Biasanya Brand itu identic dengan Logo, Gambar, Tulisan, Bentuk, Simbol, Karakter, Warna, Garis, dan sebagainya yang menunjukkan sebuah identitas produk tersebut. Ketika sebuah Branding dianggap berhasil maka pelanggan atau konsumen tersebut akan selalu ingat jika membutuhkan jenis produk yang dimaksud sehingga hanya dengan menyebutkan atau mencari identitas dan bentuk Branding tersebut maka pelanggan atau konsumen tidak kesulitan untuk mendapakat produk itu. Sebagai contoh Branding A merupakan jenis minuman dan pelanggan atau konsumen tersebut sudah berlangganan menggunakan Branding A, maka ketika si pelanggan tersebut ingin membeli ulang sudah dipastikan akan mencari dan membeli Branding A, meski di dekatnya ada jenis produk yang sama namun berbeda branding. Branding juga sebagai bentuk ikatan emosional antara pelanggan atau konsumen dengan produk tersebut. Karena sudah ada ikatan emosional maka pelanggan atau konsumen tersebut dapat dipastikan tidak akan beralih ke Branding lain, biasanya pelanggan atau konsumen seperti ini akan setia kepada satu Branding yang diyakini bagus dan baik.


              Setelah kita mengetahui Branding itu apa dan apa fungsinya, sekarang kita lanjutkan ke istilah Marketing. Marketing adalah suatu cara untuk menyampaikan pesan dengan harapan pesan tersebut tersampaikan kepada calon konsumen atau pelanggan yang pada akhirnya konsumen atau pelanggan tersebut tertarik atau berminat dan memutuskan untuk membeli. Jika Branding tapi fungsinya untuk membangun kedekatan atau ikatan emosional dengan pelanggan atau konsumen, maka Marketing fungsinya menyampaikan pesan kepada yang bersangkutan dalam hal ini adalah konsumen atau pelanggan. Di dalam sebuah perusahaan, Marketing merupakan komponen paling krusial dan merupakan ujung tombak. Jika ujung tombak tersebut tajam maka system Marketing nya berjalan dengan baik dan dipastikan perusahaan tersebut akan stabil bahkan semakin berkembang. Namun sebaliknya jika ujung tombak ini tumpul sudah dipastikan kelangsungan perusahaan tersebut semakin lama semakin surut bahkan bisa juga kemungkinannya bangkrut atau perusahaan tersebut dijual ke orang lain. Maka dari itu setiap perusahaan yang tetap eksis dan bertahan serta berkembang biasanya memiliki team marketing yang handal dan professional, tidak dapat dipungkiri bahwa biaya marketing ini bisa sangat mahal dan menguras tenaga serta waktu. Meski demikian akan sebanding dengan hasil yang didapatkan perusahaan tersebut jika memang di manage dengan baik dan selalu dievaluasi serta di monitoring. Banyak contoh perusahaan perusahaan besar tidak tanggung tanggung mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk memaksimalkan marketing.


             Nah..!!!! sekarang kita sudah mengetahui istilah keduanya dan mengetahui masing masing perbedaannya serta implementasinya jika masing masing fungsi tersebut dilakukan. Sesuai dengan pembahasan diatas bahwa keduanya memang memiliki perbedaan yang signifikan namun memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan penjualan atau omzet, artinya keduanya tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling mendukung untuk mencapai tujuan yang sama. Sebagus bagusnya dan sebaik baiknya sebuah Branding tidak ada bertahan lama dan dikenal banyak orang jika tidak menggunakan marketing. Makan sebaliknya, Sebagus bagusnya dan sebaik baiknya Marketing tidak bisa berkembang atau bertambah omzet atau hasil penjualannya jika tidak di dukung oleh Branding. Konsumen atau pelanggan tidak akan tau sebuah produk jika produk itu tidak diinformasikan atau disampaikan dan Konsumen atau pelanggan tidak akan bisa mengenal dan loyal kepada suatu produk jika produk tersebut tidak memiliki sebuah identitas (Branding).


           Kesempatan itu tidak akan datang dua kali, namun kesempatan itu datang sewaktu waktu. Tetap berinovasi dan berkreasi jika tidak ingin menjadi penonton. Jadilah pemain yang disukai dan selalu ditunggu serta dikagumi. Berilah manfaat kepada penonton sehingga kita akan selalu di ingat.


Keep healty and sporty
www.mentorhelmy.com

RAHASIA SUKSES BISNIS ONLINE part 2

Haloo kawan2 jumpa lagi dengan web mentorhelmy.com, yukss kita lanjutkan bahas artikel sebelumnya…sebelumnya ambil buku catatan dan alat tulis untuk menulis hal hal yang penting supaya selalu teringat dan nempel di kepala…

 

Sebelumnya kita bahas bagaimana kita mengenal pembaeli agar ada kedekatan emosional atau chemestry.

 

Nah, caranya gimana?

 

Kalau mau jualannya laris manis, maka teman-teman perlu melakukan PROFILING

Profiling adalah cara untuk mengenal target pasar berdasarkan data demographic, geographic, psychographic, dan behaviour.

Demographic = Siapa target pasar kita

GEOGRAPHIC = Dimana mereka

Psychographic = Apa minat mereka

Behaviour = Perilaku mereka

 

Untuk melakukan profiling, teman-teman boleh menjawab hal-hal ini berdasarkan bisnis teman-teman .

Untuk membuat teman-teman lebih kebayang tentang profiling ini.

Sekarang, teman-teman silahkan melakukan profiling untuk target pasar di bisnisnya ya.

Silahkan jawab poin-poin ini ?

DEMOGRAPHIC (SIAPA TARGET PASAR) ::

– Jenis Kelamin?

– Rentang Usia?

– Profesi?

– Penghasilan?

– Pendidikan terakhir?

– Status?

GEOGRAPHIC (DIMANA TARGET PASAR) ::

– Wilayah?

– Grup/komunitas/event yang diikuti?

– Social media favorite?

PSYCHOGRAPHIC (MINAT TARGET PASAR) ::

– Hobby?

– Minat?

– Tokoh yang dikagumi?

– Keinginan?

– Masalah?

– Tantangan?

– Ketakutan?

BEHAVIOUR (PERILAKU TARGET PASAR)::

– Aktivitas sehari-hari?

– Yang dilakukan saat santai?

– Jam santai?

– Alasan membeli produk?

– Waktu belanja?

– Frekuensi pembelian?

Silahkan di baca pelan-pelan untuk memahaman tentang TARGETING  .

 

Hal yang harus teman-teman pahami adalah Jangan pernah berfikir bahwa produk kita, itu cocok untuk semua orang.

Produk kita cocok untuk BANYAK orang, itu mungkin BENAR.

Tapi produk kita cocok untuk SEMUA orang, itu pasti SALAH.

Kenapa?

 

Contohnya misal makanan.

Apakah makanan cocok untuk banyak orang? Jawabannya iya.

Tapi apakah makanan cocok untuk semua orang?  Jawabannya tidak.

 

Ada orang-orang yang gak bisa makan rasa tertentu.

Ada orang-orang yang gak bisa bayar makanan di harga tertentu.

Dan ada orang-orang yang lebih tertarik dengan tipe makanan tertentu.

Format penargetan

 

Nama Produk :

Gender/ jenis kelamin :

Usia penargetan

Catatan  usia penargetan di mulai dari usia 18 tahun karena di usia tersebut sudah bisa mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk

 

Minat Audies : yaitu kelompok organisasi , tokoh tertentu, publik figur, lifestyle.

Ini berdasarkan dimana kolam dari Audies yang kita targetkan berada .

Silahkan di coba ya teman-teman ? kita muali melakukan reset .

 

Seperti yang sudah saya sampaikan teman-teman Targeting itu adalah sebuah langkah awal kita mengenali karakter dari customer potensial kita. Memahami apa yang mereka harapkan harapan dari sebuah produk , kemudian tugas kita selajutnya adalah melakukan pendekatan dan juga edukasi   agar terjalin sebuah hubungan Relationship dengan customer.

Teknik ini di sebut dengan Customer relationship management, sebuah metode atau cara bagaimana untuk membuat sebuah hubungan jangka panjang dengan pelanggan anda.

 

Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, maka jadikan Ketakutan menjadi Kekuatan hadapi dengan Komitmen yang Kuat untuk terus maju.

 

Semua ini dimulai dari Merubah Sikap kita, baik kepada orang lain, diri sendiri dan yang paling utama kepada Allah SWT yang tidak pernah henti memberikan nikmat nya sampai saat ini.

 

Selalu Belajar Membantu untuk Mencapai Kesuksesan, membaca dan mencari lingkungan frekuensi kesuksesan itu, untuk membantu Menjaga Semangat Keistiqomahan kita dalam berusaha. Man laisa lahu syaikh, fa syaikhu syaithan artinya barangsiapa yang menimba ilmu tanpa didampingi seorang guru, maka sesungguhnya gurunya adalah syaithan… Naudzubillahi min dzalik..

 

Terbukalah, Terbuka pada Ilmu dan Teknologi, Zaman akan selalu berkembang. Begitu pula seharusnya cara pandang kita.

 

Dannn jangan lupa selalu intropeksi diri dan segera mengayunkan langkah Action kita.

SUKSES itu BUTUH PROSESS…

SALAM SEHAT SEMANGAT