SEBERAPA PENTING TEKNIK KOMUNIKASI DALAM BISNIS?

Sejak nenek moyang kita, bahkan sejak adanya manusia pertanya di dunia, komunikasi merupakan sarana utama dalam menyampaikan dan menerima pesan dalam bentuk lisan, tulisan, gestur, wajah, suara, dan sebagainya. Artinya komunikasi merupakan sarana yang sangat penting dan menentukan dalam peradaban dan kehidupan manusia yang bersifat social. Dengan komunikasi, antar manusia satu dengan yang lain menjadikan kedua orang tersebut bersosialisasi serta bisa saling menyampaikan dan menerima apa yang dimaksud dan apa tujuan.

 

Kali ini kita akan sama sama belajar dan memahami teknik komunikasi dalam dunia bisnis, seberapa penting manfaat serta tercapainya maksud dan tujuan tertentu antar individu atau kelompok yang sedang komunikasi. Sebelum melangkah lebih jauh kita simak dan saksikan beberapa pendapat pakar komunikasi berikut ini :

 

Hunghess dan Kapoor

Komunikasi bisnis adalah suatu kegiatan atau usaha individu yang terorganisir untuk menghasilkan, menjual barang dan jasa dengan tujuan untuk mendapat keuntungan dan memahami kebutuhan masyarakat. Secara umum kegiatan ini ada di dalam industri dan masyarakat.

 

Katz

Menurut Katz komunikasi bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang bertkaitan dengan pencapaian srangkaian tujuan komersil.

 

Persing

Komunikasi bisnis adalah proses penyampaian arti melalui lambang-lambang yang meliputi keseluruhan unsur-unsur yang berhubungan dengan proses penyampaian dan penerimaan pesan, baik dalam bentuk tulisan, lisan, atau non-verbal yang dilakukan di dalam suati organisasi untuk membayar orang guna memproduksi jasa dan barang dengan tujuan agar mendapatkan keuntungan.

 

Dari semua pendapat para pakar komunikasi bisnis semuanya menyatakan sangat penting komunikasi itu terutama dalam rangka mencapai tujuan yaitu mendapatkan keuntungan atau nilai komersil tertentu.

 

Nah!…kawan2 semakin menngetahui ya…maksud dan tujuan dari komunikasi terutama dalam dunia bisnis. Ohiya..tidak ada salahnya kita ketahui juga jenis jenis komunikasi. Secara umum komunikasi di bagi menjadi 2:  KOMUNIKASI VERBAL adalah menyampaikan dan menerima pesan secara lisan maupun tulisan kepada lawan bicara sehingga penyampai pesan dan penerima pesan sama sama mencapai maksud dan tujuan yang sama. Sedangkan KOMUNIKASI NON VERBAL adalah menyampaikan dan menerima pesan bukan secara lisan maupun tulisan, melainkan dengan gerakan tubuh, mimik wajah, intonasi suara.

 

Yuks…!!! Sekarang kita membahas seberapa penting komunikasi dalam ber bisnis, mari kita simak study kasus berikut ini:

 

Kasus A :

Ibu A memiliki bisnis kue kering, sehari hari berjualan di sekitar rumah nya dan menitipakan ke toko2 di sekitarnya, selama ini tidak ada kendala dalam jualannya, karena pelanggannya sudah pasti dan rutin membeli kue kering nya ibu A ini. Selama ini Ibu A ini sangat enjoy saja dengan omzet yang diperolehnya selama ini. Sehingga ibu A ini tidak merasakan kesulitan karena menganggap hasil berjualan nya sudah bisa mencukupi kehidupannya dan keluarganya.

 

Kasus B :

Ibu B bisnisnya sama dengan ibu A kue kering, selain berjualan dirumah dan menitipkan ke toko sekitarnya Ibu B ini setiap melakukan aktivitas diluar jualan ibu B ini membawa beberapa kue keringnya untuk di bagi2kan ke setiap orang yang ditemui dan selalu menyampaikan bahwa kue keringnya ini gurih, teksturnya lembut dan rasanya renyah serta tidak mudah mlempem. Selain itu Ibu B ini selalu menunjukkan kepada orang yang ditemuai bahwa bentuk kue keringnya bervariasi serta bentuk kemasannya yang bagus. Sehingga Ibu B ini memiliki pelanggan di mana2 tidak sebatas di sekitar rumah dan linkungannya.

 

Dari 2 kasus diatas kita bisa belajar bagaimana pentingnya komunikasi bisnis itu baik secara verbal maupun non verbal. Kedua jenis komunikasi verbal maupun non verbal tidak ada yang mana yang paling baik atau lebih baik, yang lebih baik dan efektif adalah mengkombinasikan antara kedua nya dengan teknik yang pas dan sesuai.

 

Komunikasi Bisnis juga dapat digunakan dalam hal negosiasi, ketika Supplier bertemu dengan Buyer, jika keduanya sama sama belum saling mengenal sudah dipastikan keduanya saling tukar menukar informasi profile. Teknik penyampaian dan penerimaan bisa berbagai cara, secara online melalui email/web atau secara offline diberikan langsung berupa hardcopy. Masing masing pihak baik supplier dan Buyer akan mempelajari dan memahami karakter dan keahlian serta pengalaman dari profile masing masing yang telah dibagikan. Selanjutnya jika supplier dan buyer memutuskan bertemu online maupun offline, mereka akan saling menilai secara gesture dan wajah serta cara berbicara dan intonasi, disinilah penentu apakah meraka akan berlanjut untuk deal atau tidak deal. Jika antara supplier dengan Buyer sudah saling kenal tetap saja diperlukan komunikasi secara intens jika mereka akan berlanjut kerjasama bisnis ataupun kerjasama yang lain.

 

Tidak bisa dihindari dalam komunikasi itu salah satu kendala terkait dengan bahasa, karena setiap daerah memiliki bahasa daerah masing2 dan antar Negara juga memiliki bahasa Negara masing2 maka bahasa ini juga faktor penting yang perlu dikuasai, meskipun kita memiliki bahasa satu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional. Namun akan lebih mudah dan fleksibel jika sama sama memahami dan menggunakan bahasa yang sama. Oleh sebab itu komunikasi verbal dan non verbal sangat tepat digunakan jika terkendala ketidaksamaan bahasa yang digunakan. Dengan demikian maksud dan tujuan akan dapat tercapai dalam hal ini transaksi jual beli.

 

Saling mempercayai satu dengan yang lain sangat diperlukan dalam membangun komunikasi yang efektif dan berkelanjutan. Sering terjadinya mis komunikasi disebabkan kurang memahaminya apa yang disampaikan dengan apa yang diterima, hal ini dapat dicegah dengan saling mempercayai dan meningkatkan komunkasi secara berkesinambungan.

 

Save healty dan safety

 

 

Helmy Syarief

www.mentorhelmy.com

SUKSES STORY UMKM NAIK KELAS MELALUI COOPERATIVE TRADING HOUSE PROVINSI JAWA TIMUR BAGIAN 3

Dibagian ke 2 kisah ini menunjukkan dan menggambarkan bahwa BangZay merupakan pengusaha yang petarung, tidak kenal menyerah dan tangguh. Kita lanjutkan yaa..di bagian 2 cerita ini bahwa BangZay menunjukkan sampel produk abon lele ke Direktur CTH Jatim dan ditanggapi oleh Bapak Helmy Syarief dengan sabar dan penuh ketelatenan. Disampaikan oleh Bapak Helmy Syarief bahwa Produk Abon lele ini sangat inovatif dan kreatif namun masih perlu banyak pembenahan terutama kemasan dan perizinan. Menerima saran dan masukan tersebut BangZay langsung bertanya “apa yang harus saya lakukan?” Bapak Helmy menjawab pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengikuti pelatihan kemasan. Kebetulan CTH Jatim merupakan program Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur maka ada beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh UKM Jawa Timur salah satunya pelatihan gratis dan dapat diikuti oleh seluruh UKM Se-Jawa Timur.

Setelah mendapatkan informasi seperti diatas segera Bangzay mencatat jadwal jadwal pelatihan yang ada, dan yang terpenting peletihan kemasan. Tidak sekedar mengikuti pelatihan kemasan, bangzay juga rajin berkonsultasi ke narasumber yang kebutulan juga salah satu tim asistensi di CTH Jatim. Beberapa kali mengikuti konsultasi kemasan bangzay sudah bisa membuat kemasan yang lumayan bagus minimal bisa menarik konsumen untuk membeli. Jadi produk dengan kemasan yang menarik bisa menambah nilai jual. Sampai disini bangzay belum merasa puas padahal penjualan pada saat ini mulai ada peningkatan karena desain kemasan masih dirasa kurang menarik keinginan nya bahan kemasan dari foil sehingga kedap, namun harga belum terjangkau sehingga diurungkan atau pending. Langkah selanjutnya sesuai arahan CTHJatim mengurus perizinan yaitu Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), pengurusan ini pengajuannya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat tempat produksi dilakukan. Proses Pengurusannya tidak terlalu lama paling lama 1 bulan sudah keluar perizinan P-IRT tersebut.

Perizinan P-IRT sudah diperoleh, kemasan pouch sudah diperoleh tinggal mengatur strategi pemasaran dan mengatur stok dan proses produksi. Pada tahapan ini bangzay tinggal memperluas jangkauan pemasaran sambil memperbaiki kualitas dan ketersediaan bahan baku.

Penasaran dengan kisah selanjutnya, bagaimana tanggapan Direktur CTH Jawa Timur Bapak Helmy Syarief melihat sampel Produk Bangzay yang dikemas sederhana tersebut? Tunggu kisah inspiratif di bagian 3, jangan sampai ketinggalan kisah inspirasi tersebut.

Tunggu tanggal mainnya di bagian 3, sekian dulu wassalamualaikum…wr..wb.

SUKSES STORY UMKM NAIK KELAS MELALUI COOPERATIVE TRADING HOUSE PROVINSI JAWA TIMUR BAGIAN 2

Hai…kawan2 dan pembaca setia kami, di bagian 1 cerita ini telah di sampaikan bahwa salah satu binaan CTH Jawa Timur pada saat kisah ini di tulis sudah berjalan transaksi Ekspor nya. Meski kolaborasi dengan pihak lain untuk menjalankan Ekspornya namun tidak menyurutkan niat selalu berinovasi dan kreatif serta memiliki niat untuk maju.

Diawali usaha yang unik dan belum banyak orang yang menjalankan bisnis tersebut, Zainal Efendi yang berdomisili di Klayatan Kota Malang Jawa Timur memulai usaha membuat minuman es dawet, minuman yang biasanya terbuat dari tepung dan dibentuk bulat lonjong kecil2. Minuman tersebut asalnya dari daerah Jawa Tengah. Namun BangZay panggilan akrab Zainal Efendi berinovasi yang unik dan berbeda, minuman dawet lele. Orang awam pasti membayangkan aneh sekaligus penasaran rasanya. Ikan lele merupakan spesies ikan yang hidup dan dipelihara untuk di konsumsi sebagai lauk pauk. Namun di tangan BanZay olahan ikan lele dijadikan minuman dawet. Diawal jualan dawet lele banyak mendapat respon konsumen yang baik maupun yang kurang baik. Namun demikian tidak membuat BangZay patah semangat bahkan terus berinovasi dan mengedukasi masyarakat bahwa minuman dawet lele nya sangat lezat dan enak di konsumsi serta bervitamin dan bernutrisi tinggi.

Tidak lama menggeluti usaha minuman dawet lele, BanZay melihat karena potensi ikan lele masih bisa di olah untuk produk lain dan sangat prospek makan beliau ber ide membuat olah ikan lele menjadi abon. Pembuatan abon lele ini juga tidak mudah, beberapa kali uji coba gagal karena banyak factor yang mempengaruhi salah satunya karena sifat ikan lele yang basah dan dijadikan abon yang harus kering perlu inovasi yang sesuai dan pastinya peralatan yang mumpuni. Setelah beberapa kali uji coba akhirnya bisa memproduksi produk olahan ikan lele yaitu Abon Lele. TIdak sampai disitu urusan belum selesai, produk abaon lele sudah jadi dan siap untuk dijual namun kendala masih ada yaitu kemasan, nah disinilah kemampuan pengusaha pemula diuji, ketika produk baru sudah jadi dan siap dijual atau dipasarkan masih masih harus memikirkan yang lainnya dan itu harus dilakukan karena terkait erat dengan strategi pemasaran.

Pada titik inilah BangZay giat mencari informasi kemasan yang sesuai dengan produknya ABon Lele. Suatu ketika berkunjung ke Cooperative Trading House/CTH Jawa Timur yang pada waktu itu ber alamat di Ruko Juanda Business Center Jl. Bandara Juanda Sidoarjo. Berbekal sampel produk yang hanya di kemas dengan plastik polos dan sederhana, memberanikan diri berkonsultasi dan menanyakan informasi terkait kemasan untuk produknya tersebut. Padahal waktu itu BangZay tidak mengetahui Cooperative Trading House itu apa?. Beliau hanya dapat info dari teman nya katanya bisa bantu pemasaran. Pertam kali menginjakkan kaki di CTH Jatim dan bertemu dengan Direktur CTH Jawa Timur Bapak Helmy Syarief. BangZay dengan percaya diri menunjukkan produknya Abon Ikan yang hanya di kemas sederhana dengan plastik polos tanpa tulisan apapun.

Penasaran dengan kisah selanjutnya, bagaimana tanggapan Direktur CTH Jawa Timur Bapak Helmy Syarief melihat sampel Produk Bangzay yang dikemas sederhana tersebut? Tunggu kisah inspiratif di bagian 3, jangan sampai ketinggalan kisah inspirasi tersebut.

Tunggu tanggal mainnya di bagian 3, sekian dulu wassalamualaikum…wr..wb.

SUKSES STORY UKM NAIK KELAS MELALUI COOPERATIVE TRADING HOUSE PROVINSI JAWA TIMUR BAGIAN I

Peningkatan jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Negara kita semakin tahun semakin meningkat seiring dengan perkembangan dunia usaha dan persaingan bisnis yang ketat. Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu Provinsi dengan jumlah penduduk yang besar dan jumlah unit usaha yang juga besar serta beragam, menjadikan Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi yang jumlah pendapatan daerah nya yang cukup besar pula.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur sebagai Pembina dalam memberdayakan dalam rngka membantu Usaha Kecil dan Menengah untuk naik kelas berupaya memberikan program program pemberdayaan dan mengawal program tersebut sehingga tepat guna dan tepat sasaran. Salah satu program unggulan yang di launching sejak 5 tahun lalu sampai saat ini memberikan kontribusi atas kemajuan dan keberhasilan dalam membina dan memberdayakan Usaha Kecil Menengah sehingga bisa naik kelas.

Cooperative Trading House (CTH) Produk UKM Jawa Timur adalah program dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur yang berdiri dan beroperasional tangga 7 Juli 2015 dan diresmikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. CTH Jawa Timur bertujuan membantu menjembatani produk UKM mempertemukan dengan Buyer potensial sehingga mampu bersaing di pasar Global. Program CTH Jatim ini sejak awal berdiri konsisten memfasilitasi dan mendampingi UKM naik kelas terutama UKM yang berorientasi Ekspor. Beberapa UKM Binaan CTH Jawa Timur yang saat awal bergabung masih belum memiliki kapabilitas dari sisi standar produk dan standar SDM UKM yang bersangkutan, setelah melalui proses pembinaan dan pendampingan terutama di proses akses pemasaran dan standarisasi produk dan SDM, setelah 2-3 tahun berjalan dengan pembinaan dan pendampingan yang intens pada akhirnya dapat memiliki standar produk dan standar SDM, bahkan ada beberapa UKM binaan CTH Jawa Timur saat ini sudah bisa Ekspor. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan CTH Jawa Timur dibutuhkan oleh UKM Jawa Timur pada khususnya dan UKM Se-Indonesia pada Umumnya. Harapannya Provinsi lain bisa mengadopsi program ini sehingga UMKM Indonesia unggul dan Indonesia Maju.

Cerita terkait UKM Binaan CTH Jawa Timur yang telah di bina dan di dampingi CTH Jawa Timur hingga saat ini bisa Ekspor akan di bahas di bagian 2 Sukses Story, demikian sedikit sharing pengalaman sejarah berdirinya Cooperative Trading House Jawa Timur, semoga bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi untuk kemajuan bersama.

 

Salam UKM Indonesia Maju dan Sukses.

 

Bersambung……….bagian 2

EKSPOR ITU MUDAH Volume 2

Kenapa harus ekspor? Hingga saat ini, menjual produk keluar negeri masih dianggap sesuatu yang sulit dan berbelit. Mereka membayangkan kegiatan ekspor melewati prosedur yang sangat rumit dan melelahkan serta berbiaya tidak sedikit, dan masih banyak kendala kendala lainnya.

 

Sebetulnya aktivitas ekspor itu justru sangat menguntungkan, karena banyak sekali keunggulannya, antara lain nilai mata uang yang berbeda dengan Negara kita sehingga mendapatkan selisih dari nilai tukar, bagi Negara kita ekspor merupakan kekuatan perekonomian karena Negara mendapatkan devisa, tahan banting krisis seperti yang di alami di dunia saat tulisan ini saya buat kondisi Negara kita dan dunia sedang dilanda pandemic covid 19. Namun demikian beberapa Negara sudah membka diri terkait aktivitas ekspor, sedangkan di Negara kita masih mengalami kesulitan dan masih berusaha memulihkan kondisi perekonomian.

 

Kita lihat bersama seperti Negara jepang yang dulu Negara nya hancur akibat Hirosima dan Nagasaki di bom sekutu sehingga memporakporandakan hampir separo Negara Jepang, namun Jepang bangkit dan berbenah dengan langkah meningkatkan aktivitas Ekspor. Hasilnya kita lihat saat ini jepang salah satu Produsen terbesar di Negara kita, hampir sebagian produk elektronik dan otomotif dikuasai produsen Jepang. Tidak ketinggalan RRC, tidak diragukan lagi hampir 50% lebih seluruh produk yang beredar di Negara kita made in China. Negara Negara yang berkonsentrasi pada perdagangan ekspor memeng meniatkan untuk memproduksi barang yang memiliki pangsa pasar Ekspor. Mereka juga maksimal memasarkan demi kejayaan ekonomi Negara. Dengan Ekspor kita juga bisa mengetahui kebudayaan dan kebiasaan setiap Negara yang berbeda beda karakter.

 

Bisnis Ekspor saat ini sangat tepat sekali dilakukan karena sejak Masyarakat Ekonomi Asean berlaku mulai 2015 tidak ada lagi sekat antar Negara dalam keluar masuk barang. Asia Tenggara yang merupakan bagian dari ASEAN merupakan pasar potensial dan sangat terbuka peluang nya. Cakupan kawasan ini menjadi sebuah pasar yang sangat besar. Sementara itu, untuk mempermudah proses perdagangan, telah dilakukan berbagai kesepakatan kerja sama ekonomi, baik itu kesepakatan antara dua Negara maupun kesepakatan regional kewasan dengan suatu Negara. Contoh kesepakatan kerjasama anggota ASEAN melalui Asean Free Trade Area (AFTA), dan Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan adanya beberapa kesepakatan kerjasama tersebut maka tidak ada sekat antar Negara yang sudah melakukan kesepakatan kerajasama.

 

Bagi kita pebisnis di Indonesia yang melakukan Ekspor, kondisi tersebut merupakan peluang sekaligus ancaman. Di satu sisi, dengan adanya pemberlakukan kesepakan kerjasama semakin membuka peluang Ekspor. Namun disisi lain, di Indonesia merupakan pasar yang memungkinkan dan sangat “empuk”. Oleh sebab itu pilihan yang ada adalah apakah kita menjadi penonton atau turut berperan memanfaatkan peluang bisnis Ekspor?.

 

Kesempatan ini harusnya dapat dimanfaatkan terutam pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam melakukan aktivitas Ekspor. Di Forum-forum kerjasama ASEAN sering di bahas kemudahan-kemudahan untuk pelaku UMKM dalam aktivitas Ekspor. Dengan berbagai kemudahan sistrm perdagangan di ASEAN, seperti Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kini saatnya melakukan Ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen berbagai barang dan jasa dari Negara lain. Dalam kesepakatan MEA setidaknya ada lima hal pokok yang harus diperhatikan, yaitu arus bebas barang, jasa, tenaga kerja terampil, investasi, dan modal.

 

Adanya arus bebas barang menjadikan persaingan kualitas dan harga barang semakin ketat. Hal ini sangat di maklumi terjadi pada produk-produk hasil pertanian negeri tetangga Asean yang masuk ke Indonesia ketika petaninya sedang atau menjelang panen raya. Ketika harga “masuk” berdatanganlah produk produk tersebut ke Indonesia tanpa bisa di cegah. Begitu juga dengan jasa, tanpa ada larangan dan hambatan. Jasa pada masa mendatang berlaku pada berbagai bidang profesi. Tenaga terampil pun juga seperti itu marak sekali berdatangan ke Indonesia seperti tukang las, jahit, montir, pramuniaga, dan sebagainya. Mereka semua tenaga tenaga professional di bidangnya.

 

Sampai disini dulu ya..gaess untuk pembahasan ekspor mudah volume 2, lain waktu kita lanjut ke  volume 3.

 

Salam,

UKM Ekspor Mendunia

EKSPOR ITU MUDAH Bag 1

Sebelum bicara Ekspor terlebih dahulu mari kita evaluasi bsinis kita yang sudah kita jalani selama ini, apakah ada peningkatan yang stabil, atau sangat meningkat secara signifikan, atau mungkin stagnan, atau bahkan menurun sampai ke titik yang tidak mampu bangkit lagi?

 

Baiklah!!… kalau kita sudah evaluasi dan mengetahui dari hasil evaluasi tersebut, yukk kita bedah salah satu kegiatan bisnis kita yang merupakan ujung tombak dari bisnis tersebut yaitu pemasaran…yaa..pemasaran. Bila kita bicara terkait pemasaran yang terbayang di benak kita adalah pembeli..sangat betul sekali karena factor utama pemasaran terletak di loyalitas pembeli. Jika pembeli loyal sudah dipastikan pemasaran kita stabil, tapi sebaliknya jika tidak loyal sudah pasti pemasaran kita akan terhambat atau terkendala. Selain factor pembeli juga dipengaruhi oleh factor lain misalnya, kualitas produk, delivery, harga, dan service.

 

Kita kembali ke strategi pemasaran… SAAT situasi seperti ini dimana kondisi pandemic yang melanda dan tidak di ketahui kapan berakhirnya. Pemasaran online menjadi satu cara yang efektif dan efisien untuk mendongkrak pemasaran. Bicara pemasaran online banyak sekali marketplace yang ada seperti shoppe, bukalapak, tokopedia, blibli, olx, dan sebagainya yang semuanya hampir sama dengan segala kelebihan dan kekurangan yang pada intinya bias membantu untuk transaksi dan komunikasi dengan pembeli.

 

Aktivitas pemasaran online tidak terlepas dari peran ekspedisi sebagai kompenen yang juga penting dalam memperlancar proses pemasaran online karena aktivitas tersebut satu rangkaian sehingga penjual dan pembeli saling di untungkan. Sebagai Penjual dapat mempromosikan produknya ke pembeli, sedangkan pembeli mendapatkan produk yang diinginkan dari penjual, disinilah peran ekspedisi agar produk dari penjual yang diinginkan pembeli sampai di tangan sehingga penjual juga mendapatkan pembayaran sesuai yang disepakati dengan pembeli.

 

Terkait Ekpedisi, banyak sekali provider yang ada misalnya : TIKI, JNE, JNT, T&T, Pos, Wahana, Kereta Api, dan sebagainya yang ke semua nya membantu mengirimkan barang dari penjual dan sampai di tangan pembeli dengan selamat sesuai yang diinginkan.

 

Sampai disini kawan-kawan sudah memahami yaa…, intinya kita sebagai penjual aktivitas yang saya uraikan diatas sudah dilakukan oleh kawan kawan disini sebagai pebisnis, jika ada perbedaan mungkin hanya dalam hal frekuensi dan intensitas nya saja.

 

Berikutnya kita bahas terkait ekspor ya….gaess…

Jika kawan kawan sudah pernah melakukan aktivitas yang saya sebutkan diatas berarti kawan kawan juga sudah bisa melakukan aktivitas ekspor, karena notabene ekpor itu sama dengan jual beli di dalam negeri hanya bedanya kita jualan ke Negara lain. Inti dari aktivitas ekspor itu adalah menawarkan suatu barang kepada calon pembeli di luar negeri. Yang perlu disiapkan oleh eksportir adalah mencari pembeli, menawarkan barang ke pembeli, deal dengan pembeli, dan menyiapkan barang yang di pesan pembeli selanjutkan di kemas/packing, berikutnya antarkan ke ekspedisi selanjutkan ekspedisi yang mengurus segala sesuatunya termasuk surat surat dan dokumen kepabeanan dan mengirimkan ke pembeli diluar negeri sesuai alamat yang dituju. Sesimpel itu!!!!!!.

 

Sampai disini dulu ya..gaess untuk pembahasan ekspor mudah volume 1, lain waktu kita lanjut ke  volume 2.

 

Salam,

UKM Ekspor Mendunia

PENTINGKAH TEKNIK KOMUNIKASI BISNIS?

              Sejak nenek moyang kita, bahkan sejak adanya manusia pertanya di dunia, komunikasi merupakan sarana utama dalam menyampaikan dan menerima pesan dalam bentuk lisan, tulisan, gestur, wajah, suara, dan sebagainya. Artinya komunikasi merupakan sarana yang sangat penting dan menentukan dalam peradaban dan kehidupan manusia yang bersifat social. Dengan komunikasi, antar manusia satu dengan yang lain menjadikan kedua orang tersebut bersosialisasi serta bisa saling menyampaikan dan menerima apa yang dimaksud dan apa tujuan.

 

Kali ini kita akan sama sama belajar dan memahami teknik komunikasi dalam dunia bisnis, seberapa penting manfaat serta tercapainya maksud dan tujuan tertentu antar individu atau kelompok yang sedang komunikasi. Sebelum melangkah lebih jauh kita simak dan saksikan beberapa pendapat pakar komunikasi berikut ini :

Hunghess dan Kapoor

Komunikasi bisnis adalah suatu kegiatan atau usaha individu yang terorganisir untuk menghasilkan, menjual barang dan jasa dengan tujuan untuk mendapat keuntungan dan memahami kebutuhan masyarakat. Secara umum kegiatan ini ada di dalam industri dan masyarakat.

Katz

Menurut Katz komunikasi bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang bertkaitan dengan pencapaian srangkaian tujuan komersil.

Persing

Komunikasi bisnis adalah proses penyampaian arti melalui lambang-lambang yang meliputi keseluruhan unsur-unsur yang berhubungan dengan proses penyampaian dan penerimaan pesan, baik dalam bentuk tulisan, lisan, atau non-verbal yang dilakukan di dalam suati organisasi untuk membayar orang guna memproduksi jasa dan barang dengan tujuan agar mendapatkan keuntungan.

 

           Dari semua pendapat para pakar komunikasi bisnis semuanya menyatakan sangat penting komunikasi itu terutama dalam rangka mencapai tujuan yaitu mendapatkan keuntungan atau nilai komersil tertentu.

 

          Nah!…kawan2 semakin menngetahui ya…maksud dan tujuan dari komunikasi terutama dalam dunia bisnis. Ohiya..tidak ada salahnya kita ketahui juga jenis jenis komunikasi. Secara umum komunikasi di bagi menjadi 2:  KOMUNIKASI VERBAL adalah menyampaikan dan menerima pesan secara lisan maupun tulisan kepada lawan bicara sehingga penyampai pesan dan penerima pesan sama sama mencapai maksud dan tujuan yang sama. Sedangkan KOMUNIKASI NON VERBAL adalah menyampaikan dan menerima pesan bukan secara lisan maupun tulisan, melainkan dengan gerakan tubuh, mimik wajah, intonasi suara.

 

         Yuks…!!! Sekarang kita membahas seberapa penting komunikasi dalam ber bisnis, mari kita simak study kasus berikut ini:

Kasus A :

Ibu A memiliki bisnis kue kering, sehari hari berjualan di sekitar rumah nya dan menitipakan ke toko2 di sekitarnya, selama ini tidak ada kendala dalam jualannya, karena pelanggannya sudah pasti dan rutin membeli kue kering nya ibu A ini. Selama ini Ibu A ini sangat enjoy saja dengan omzet yang diperolehnya selama ini. Sehingga ibu A ini tidak merasakan kesulitan karena menganggap hasil berjualan nya sudah bisa mencukupi kehidupannya dan keluarganya.

Kasus B :

Ibu B bisnisnya sama dengan ibu A kue kering, selain berjualan dirumah dan menitipkan ke toko sekitarnya Ibu B ini setiap melakukan aktivitas diluar jualan ibu B ini membawa beberapa kue keringnya untuk di bagi2kan ke setiap orang yang ditemui dan selalu menyampaikan bahwa kue keringnya ini gurih, teksturnya lembut dan rasanya renyah serta tidak mudah mlempem. Selain itu Ibu B ini selalu menunjukkan kepada orang yang ditemuai bahwa bentuk kue keringnya bervariasi serta bentuk kemasannya yang bagus. Sehingga Ibu B ini memiliki pelanggan di mana2 tidak sebatas di sekitar rumah dan linkungannya.

 

         Dari 2 kasus diatas kita bisa belajar bagaimana pentingnya komunikasi bisnis itu baik secara verbal maupun non verbal. Kedua jenis komunikasi verbal maupun non verbal tidak ada yang mana yang paling baik atau lebih baik, yang lebih baik dan efektif adalah mengkombinasikan antara kedua nya dengan teknik yang pas dan sesuai.

 

          Komunikasi Bisnis juga dapat digunakan dalam hal negosiasi, ketika Supplier bertemu dengan Buyer, jika keduanya sama sama belum saling mengenal sudah dipastikan keduanya saling tukar menukar informasi profile. Teknik penyampaian dan penerimaan bisa berbagai cara, secara online melalui email/web atau secara offline diberikan langsung berupa hardcopy. Masing masing pihak baik supplier dan Buyer akan mempelajari dan memahami karakter dan keahlian serta pengalaman dari profile masing masing yang telah dibagikan. Selanjutnya jika supplier dan buyer memutuskan bertemu online maupun offline, mereka akan saling menilai secara gesture dan wajah serta cara berbicara dan intonasi, disinilah penentu apakah meraka akan berlanjut untuk deal atau tidak deal. Jika antara supplier dengan Buyer sudah saling kenal tetap saja diperlukan komunikasi secara intens jika mereka akan berlanjut kerjasama bisnis ataupun kerjasama yang lain.

 

          Tidak bisa dihindari dalam komunikasi itu salah satu kendala terkait dengan bahasa, karena setiap daerah memiliki bahasa daerah masing2 dan antar Negara juga memiliki bahasa Negara masing2 maka bahasa ini juga faktor penting yang perlu dikuasai, meskipun kita memiliki bahasa satu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional. Namun akan lebih mudah dan fleksibel jika sama sama memahami dan menggunakan bahasa yang sama. Oleh sebab itu komunikasi verbal dan non verbal sangat tepat digunakan jika terkendala ketidaksamaan bahasa yang digunakan. Dengan demikian maksud dan tujuan akan dapat tercapai dalam hal ini transaksi jual beli.

 

          Saling mempercayai satu dengan yang lain sangat diperlukan dalam membangun komunikasi yang efektif dan berkelanjutan. Sering terjadinya mis komunikasi disebabkan kurang memahaminya apa yang disampaikan dengan apa yang diterima, hal ini dapat dicegah dengan saling mempercayai dan meningkatkan komunkasi secara berkesinambungan.

 

Save healty dan safety

Helmy Syarief

www.mentorhelmy.com