EKSPOR ITU MUDAH Volume 2

Kenapa harus ekspor? Hingga saat ini, menjual produk keluar negeri masih dianggap sesuatu yang sulit dan berbelit. Mereka membayangkan kegiatan ekspor melewati prosedur yang sangat rumit dan melelahkan serta berbiaya tidak sedikit, dan masih banyak kendala kendala lainnya.

 

Sebetulnya aktivitas ekspor itu justru sangat menguntungkan, karena banyak sekali keunggulannya, antara lain nilai mata uang yang berbeda dengan Negara kita sehingga mendapatkan selisih dari nilai tukar, bagi Negara kita ekspor merupakan kekuatan perekonomian karena Negara mendapatkan devisa, tahan banting krisis seperti yang di alami di dunia saat tulisan ini saya buat kondisi Negara kita dan dunia sedang dilanda pandemic covid 19. Namun demikian beberapa Negara sudah membka diri terkait aktivitas ekspor, sedangkan di Negara kita masih mengalami kesulitan dan masih berusaha memulihkan kondisi perekonomian.

 

Kita lihat bersama seperti Negara jepang yang dulu Negara nya hancur akibat Hirosima dan Nagasaki di bom sekutu sehingga memporakporandakan hampir separo Negara Jepang, namun Jepang bangkit dan berbenah dengan langkah meningkatkan aktivitas Ekspor. Hasilnya kita lihat saat ini jepang salah satu Produsen terbesar di Negara kita, hampir sebagian produk elektronik dan otomotif dikuasai produsen Jepang. Tidak ketinggalan RRC, tidak diragukan lagi hampir 50% lebih seluruh produk yang beredar di Negara kita made in China. Negara Negara yang berkonsentrasi pada perdagangan ekspor memeng meniatkan untuk memproduksi barang yang memiliki pangsa pasar Ekspor. Mereka juga maksimal memasarkan demi kejayaan ekonomi Negara. Dengan Ekspor kita juga bisa mengetahui kebudayaan dan kebiasaan setiap Negara yang berbeda beda karakter.

 

Bisnis Ekspor saat ini sangat tepat sekali dilakukan karena sejak Masyarakat Ekonomi Asean berlaku mulai 2015 tidak ada lagi sekat antar Negara dalam keluar masuk barang. Asia Tenggara yang merupakan bagian dari ASEAN merupakan pasar potensial dan sangat terbuka peluang nya. Cakupan kawasan ini menjadi sebuah pasar yang sangat besar. Sementara itu, untuk mempermudah proses perdagangan, telah dilakukan berbagai kesepakatan kerja sama ekonomi, baik itu kesepakatan antara dua Negara maupun kesepakatan regional kewasan dengan suatu Negara. Contoh kesepakatan kerjasama anggota ASEAN melalui Asean Free Trade Area (AFTA), dan Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan adanya beberapa kesepakatan kerjasama tersebut maka tidak ada sekat antar Negara yang sudah melakukan kesepakatan kerajasama.

 

Bagi kita pebisnis di Indonesia yang melakukan Ekspor, kondisi tersebut merupakan peluang sekaligus ancaman. Di satu sisi, dengan adanya pemberlakukan kesepakan kerjasama semakin membuka peluang Ekspor. Namun disisi lain, di Indonesia merupakan pasar yang memungkinkan dan sangat “empuk”. Oleh sebab itu pilihan yang ada adalah apakah kita menjadi penonton atau turut berperan memanfaatkan peluang bisnis Ekspor?.

 

Kesempatan ini harusnya dapat dimanfaatkan terutam pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam melakukan aktivitas Ekspor. Di Forum-forum kerjasama ASEAN sering di bahas kemudahan-kemudahan untuk pelaku UMKM dalam aktivitas Ekspor. Dengan berbagai kemudahan sistrm perdagangan di ASEAN, seperti Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kini saatnya melakukan Ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen berbagai barang dan jasa dari Negara lain. Dalam kesepakatan MEA setidaknya ada lima hal pokok yang harus diperhatikan, yaitu arus bebas barang, jasa, tenaga kerja terampil, investasi, dan modal.

 

Adanya arus bebas barang menjadikan persaingan kualitas dan harga barang semakin ketat. Hal ini sangat di maklumi terjadi pada produk-produk hasil pertanian negeri tetangga Asean yang masuk ke Indonesia ketika petaninya sedang atau menjelang panen raya. Ketika harga “masuk” berdatanganlah produk produk tersebut ke Indonesia tanpa bisa di cegah. Begitu juga dengan jasa, tanpa ada larangan dan hambatan. Jasa pada masa mendatang berlaku pada berbagai bidang profesi. Tenaga terampil pun juga seperti itu marak sekali berdatangan ke Indonesia seperti tukang las, jahit, montir, pramuniaga, dan sebagainya. Mereka semua tenaga tenaga professional di bidangnya.

 

Sampai disini dulu ya..gaess untuk pembahasan ekspor mudah volume 2, lain waktu kita lanjut ke  volume 3.

 

Salam,

UKM Ekspor Mendunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *