Gula

Gula

Haloo Entrepreuner..!!! semoga tetap semangat di masa pandemi yang belum berakhir dan tidak ada kepastian kapan berakhir…. Namun demikian tidak perlu Baper yaa…selalu optimis saja dan tetap bergerak menebar kebaikan.

 

Kali ini kita akan bahas terkait dengan sektor pangan, berita terbaru bahwa pemerintah berencana mengimpor sembako khususnya beras. Kita ketahui semua bahwa negara kita sejak zaman dulu adalah negara agraris dan selalu surplus beras, namun mengapa pemerintah mewacanakan impor beras? Kita tidak perlu berandai2 dan tidak perlu berspekulasi, yang perlu kita seriusi adalah bagaimana ketersediaan bahan baku kita untuk bisa stabil berproduksi. Bicara bahan baku, kawan2 yang bergerak di bidang makanan baik basah maupun kering sudah pasti akan membutuhkan salah satu bahan baku utama yaitu “GULA”.

 

Sejak nenek moyang kita, bahkan sejak jaman belanda “GULA” merupakan kebutuhan pokok dan mendasar, tidak sekedar bahan baku untuk membuat produk makanan basah/kering tapi juga dikonsumsi sebagai campuran minuman terutama teh dan kopi. Maka dari itu pada zaman penjajahan belanda mereka memprioritaskan membangun pabrik “GULA” sebagai simbol kemakmuran, mengapa sepert itu ?. Seperti yang disebutkan diatas bahwa ‘GULA’” merupakan sumber kebutuhan pokok baik industri maupun rumah tangga. Bahkan ada yang menyebut bahkan sebagai tagline “Ada GULA ada semut”.

 

Membahas “GULA” dari zaman ke zaman mengalami perubahan jenis dan pemanfaatannya. Perlu kawan2 ketahui bahwa jenis2 ‘GULA” banyak sekali misalkan ‘GULA” pasir yang sehari hari kita konsumsi untuk minuman teh dan kopi ada juga sebagai campuran membuat kue dan masakan. Ada juga ‘GULA” rafinasi yang berfungsi khusus untuk industri hal ini dikarenakan sifat rafinasi ini tidak disarankan dikonsumsi langsung karena ada senyawa yang tidak aman jika dikonsumsi secara langsung, jadi harus diolah atau dicampurkan ke makanan atau minuman baru bisa dikonsumsi. Ada lagi ‘GULA” cair yang berfungsi dapat dikonsumsi langsung namun dipisah dengan makanan dan minuman, jadi semacam toping. Dan masih banyak varian2 “GULA” yang lain yang ada di sekitar kita.

 

Sebagai penutup artikel ini kami menyarankan kepada kawan2 yang usahanya di bidang makanan dan minuman sebaiknya stok “GULA” disesuaikan dengan kebutuhan produksi, tidak perlu stok banyak kecuali memang kapasitas produksi banyak sesuai dengan kebutuhan pasar.

 

Salam Sehat Semangat.

Helmy Syarief-HeszIndonesia

front page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *