SUKSES STORY UMKM NAIK KELAS MELALUI COOPERATIVE TRADING HOUSE PROVINSI JAWA TIMUR BAGIAN 3

Dibagian ke 2 kisah ini menunjukkan dan menggambarkan bahwa BangZay merupakan pengusaha yang petarung, tidak kenal menyerah dan tangguh. Kita lanjutkan yaa..di bagian 2 cerita ini bahwa BangZay menunjukkan sampel produk abon lele ke Direktur CTH Jatim dan ditanggapi oleh Bapak Helmy Syarief dengan sabar dan penuh ketelatenan. Disampaikan oleh Bapak Helmy Syarief bahwa Produk Abon lele ini sangat inovatif dan kreatif namun masih perlu banyak pembenahan terutama kemasan dan perizinan. Menerima saran dan masukan tersebut BangZay langsung bertanya “apa yang harus saya lakukan?” Bapak Helmy menjawab pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengikuti pelatihan kemasan. Kebetulan CTH Jatim merupakan program Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur maka ada beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh UKM Jawa Timur salah satunya pelatihan gratis dan dapat diikuti oleh seluruh UKM Se-Jawa Timur.

Setelah mendapatkan informasi seperti diatas segera Bangzay mencatat jadwal jadwal pelatihan yang ada, dan yang terpenting peletihan kemasan. Tidak sekedar mengikuti pelatihan kemasan, bangzay juga rajin berkonsultasi ke narasumber yang kebutulan juga salah satu tim asistensi di CTH Jatim. Beberapa kali mengikuti konsultasi kemasan bangzay sudah bisa membuat kemasan yang lumayan bagus minimal bisa menarik konsumen untuk membeli. Jadi produk dengan kemasan yang menarik bisa menambah nilai jual. Sampai disini bangzay belum merasa puas padahal penjualan pada saat ini mulai ada peningkatan karena desain kemasan masih dirasa kurang menarik keinginan nya bahan kemasan dari foil sehingga kedap, namun harga belum terjangkau sehingga diurungkan atau pending. Langkah selanjutnya sesuai arahan CTHJatim mengurus perizinan yaitu Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), pengurusan ini pengajuannya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat tempat produksi dilakukan. Proses Pengurusannya tidak terlalu lama paling lama 1 bulan sudah keluar perizinan P-IRT tersebut.

Perizinan P-IRT sudah diperoleh, kemasan pouch sudah diperoleh tinggal mengatur strategi pemasaran dan mengatur stok dan proses produksi. Pada tahapan ini bangzay tinggal memperluas jangkauan pemasaran sambil memperbaiki kualitas dan ketersediaan bahan baku.

Penasaran dengan kisah selanjutnya, bagaimana tanggapan Direktur CTH Jawa Timur Bapak Helmy Syarief melihat sampel Produk Bangzay yang dikemas sederhana tersebut? Tunggu kisah inspiratif di bagian 3, jangan sampai ketinggalan kisah inspirasi tersebut.

Tunggu tanggal mainnya di bagian 3, sekian dulu wassalamualaikum…wr..wb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *