MENEBAR KEBAIKAN UNTUK KEBERKAHAN

MENEBAR KEBAIKAN UNTUK KEBERKAHAN

Oleh : Helmy Syarief

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bismilahirohmanirohim. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan keselamatan oleh ALLAH SWT, Sholawat dan salam tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Saya terlahir dari keluarga yang sederhana di Kota Malang, Ayah saya wirausaha sedangkan ibu saya seorang pengajar di sebuah sekolah dasar negeri di Kota Malang. Saya 4 bersaudara, saya anak pertama. Sejak kecil saya dan adik adik di didik oleh orang tua untuk mandiri dalam segala hal. Contoh kecil dalam melaksanakan ibadah sholat 5 waktu orang tua tidak pernah menyuruh, karena sudah kewajiban, dan setiap selesai sholat magrib secara otomatis mengaji tanpa diperintah. Kebiasaan ini dilakukan sampai saya dan adik adik beranjak dewasa dan berkeluarga. Kebiasaan sehari hari selain ibadah misalnya membersihkan rumah tidak pernah diperintah atau di suruh, sudah kebiasaan saya dan adik adik. Begitu pula ketika saya memulai berkeluarga memiliki putra dan putri, kebiasaan kebiasaan saat dahulu ketika berumpul dengan orang tua dan adik adik saya terapkan di keluarga saat ini.

Dalam hal karir, setelah lulus kuliah di Kota Malang, tahun 1999 saya merantau ke Surabaya kebetulan ada saudara tinggal di sana memiliki kantor usaha bidang konsultan bisnis. Disinilah saya mulai belajar bisnis dan konsultan bisnis. Ternyata setelah saya pelajari dan saya praktekkan dilapangan, mengandung makna tersirat bahwa ilmu itu jika tidak ditularkan atau di sampaikan ke orang lain lambat laun akan lupa dan hilang. Tapi jika ilmu itu disampaikan atau ditularkan, insyallah tidak akan lupa dan tidak mungkin menghilang bahkan selalu ada dan makin bertambah wawasan kita. Selama 15 tahun saya berkecimpung di kegiatan konsultan pendampingan bisnis, selama itupula saya merasakan banyak manfaat dan keberkahan jika kita ikhlas dengan niat berbagi tanpa pamrih, insyallah duniawi akan mengikuti. Inilah yang jadi pegangan karir saya yang pada akhirnya tahun 2015 diberikan amanah oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Jawa Timur untuk mengelola dan menjalankan program yang diberi nama “COOPERATIVE TRADING HOUSE” yang beralamat di Jalan Bandara Juanda No. 22 Sidoarjo.

Dari awal diberi amanah mengelola dan menjalankan “COOPERATIVE TRADING HOUSE” saya berniat untuk mengabdikan diri berbagi dan membantu saudara saudara yang membutuhkan terutama pengusaha pemula yang ingin mempromosikan atau mengakses pemasaran secara luas. Disinilah tantangan baru muncul karena sesuai instruksi dari Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Timur di minta untuk membantu dan mendampingi UKM seluruh Jawa Timur. Padahal jumlah UKM Jawa Timur pada tahun itu sekitar 8jutaan UKM. Namun demikian karena dari awal berniat berbagi maka tugas yang berat itu menjadi ringan karena ternyata UKM UKM yang gabung dengan CTHJATIM membantu saya untuk berbagi juga dengan yang lain, dan semakin lama semakin banyak UKM UKM yang tergabung CTHJATIM saling berbagi.

Salah satu sukses story pendampingan yang saya lakukan dari nol di CTHJatim adalah seorang pemuda dari kota malang yang pada waktu itu bertemu pertama kali dengan saya barusan di PHK perusahaan tempat bekerjanya. Awal mula beliau belum ada ide bisnis apapun, namun demikian beliau memiliki tekad dan niat kuat untuk berusaha menjadi pengusaha. Setelah beberapa kali bertemu akhirnya pemuda ini saya bimbing dan sarankan mengikuti pelatihan di Dinas Koperasi dan UKM Prov Jawa Timur untuk mengasah kemampuan Sumber Daya Manusia. Setelah beberapa kali mengikuti Pelatihan sudah bisa membuat produk, setelah beberapa kali tes pasar awalnya banyak yang suka dan memesan, namun lambat laun menurun peminat nya. Akhirnya pemuda ini mulai lagi dari nol dan mengikuti lagi beberapa kali pelatihan, sampai pada akhirnya memutuskan membuat rambak pisang. Sama seperti produk sebelumnya tes pasar yang dilakukan diawal banyak yang berminat namun seperti sebelumnya lama lama menurun peminatnya. Pada akhirnya mengikuti lomba foodstartup yang diadakan BEKRAF dan masuk nomininasi 3 besar. Ternyata produk tersebut mempunyai nilai bisnis yang bagus ke depannya hingga pada akhirnya mendapatkan investor. Setelah investor masuk produk semakin berkembang dan pesanan mulai banyak sampai Luar Negeri. Diawal mendapatkan suntikan dana dari investor masih produksi di rumah tahun kedua sudah mendirikan  pabrik sendiri, berlanjut tahun ketiga berencana mendirikan pabrik yang kedua dan sampai saat ini sudah bisa ekspor ke 4 Negara.

Dari kisah diatas saya merasakan barokah dan manfaat yang tidak ternilai dan tidak tergantikan dengan apapun. Saya meresakan bagaimana membantu mendampingi menjalani proses sebuah bisnis dari nol sampai pada akhirnya bisnis tersebut berkembang sangat pesat. Sekelumit kisah sukses ini menjadikan kita bahwa berbagi itu tidak menjadikan kita kekurangan, justru menjadikan kita bertambah persaudaraan dan dengan silahturahmi kita tambah rezeki dan umur insyallah.

Demikian kisah berbagi saya semoga menjadikan inspirasi bai pembaca dan bapak ibu kawan kawan saudara untuk bekal kita di akhirat dan pertangungajwaban kita kepada ALLAH SWT. Pada akhirnya saya mohon maaf jika ada kalimat yang kurang berkenan. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.#hs

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *