SUKSES STORY UMKM NAIK KELAS MELALUI COOPERATIVE TRADING HOUSE PROVINSI JAWA TIMUR BAGIAN 2

Hai…kawan2 dan pembaca setia kami, di bagian 1 cerita ini telah di sampaikan bahwa salah satu binaan CTH Jawa Timur pada saat kisah ini di tulis sudah berjalan transaksi Ekspor nya. Meski kolaborasi dengan pihak lain untuk menjalankan Ekspornya namun tidak menyurutkan niat selalu berinovasi dan kreatif serta memiliki niat untuk maju.

Diawali usaha yang unik dan belum banyak orang yang menjalankan bisnis tersebut, Zainal Efendi yang berdomisili di Klayatan Kota Malang Jawa Timur memulai usaha membuat minuman es dawet, minuman yang biasanya terbuat dari tepung dan dibentuk bulat lonjong kecil2. Minuman tersebut asalnya dari daerah Jawa Tengah. Namun BangZay panggilan akrab Zainal Efendi berinovasi yang unik dan berbeda, minuman dawet lele. Orang awam pasti membayangkan aneh sekaligus penasaran rasanya. Ikan lele merupakan spesies ikan yang hidup dan dipelihara untuk di konsumsi sebagai lauk pauk. Namun di tangan BanZay olahan ikan lele dijadikan minuman dawet. Diawal jualan dawet lele banyak mendapat respon konsumen yang baik maupun yang kurang baik. Namun demikian tidak membuat BangZay patah semangat bahkan terus berinovasi dan mengedukasi masyarakat bahwa minuman dawet lele nya sangat lezat dan enak di konsumsi serta bervitamin dan bernutrisi tinggi.

Tidak lama menggeluti usaha minuman dawet lele, BanZay melihat karena potensi ikan lele masih bisa di olah untuk produk lain dan sangat prospek makan beliau ber ide membuat olah ikan lele menjadi abon. Pembuatan abon lele ini juga tidak mudah, beberapa kali uji coba gagal karena banyak factor yang mempengaruhi salah satunya karena sifat ikan lele yang basah dan dijadikan abon yang harus kering perlu inovasi yang sesuai dan pastinya peralatan yang mumpuni. Setelah beberapa kali uji coba akhirnya bisa memproduksi produk olahan ikan lele yaitu Abon Lele. TIdak sampai disitu urusan belum selesai, produk abaon lele sudah jadi dan siap untuk dijual namun kendala masih ada yaitu kemasan, nah disinilah kemampuan pengusaha pemula diuji, ketika produk baru sudah jadi dan siap dijual atau dipasarkan masih masih harus memikirkan yang lainnya dan itu harus dilakukan karena terkait erat dengan strategi pemasaran.

Pada titik inilah BangZay giat mencari informasi kemasan yang sesuai dengan produknya ABon Lele. Suatu ketika berkunjung ke Cooperative Trading House/CTH Jawa Timur yang pada waktu itu ber alamat di Ruko Juanda Business Center Jl. Bandara Juanda Sidoarjo. Berbekal sampel produk yang hanya di kemas dengan plastik polos dan sederhana, memberanikan diri berkonsultasi dan menanyakan informasi terkait kemasan untuk produknya tersebut. Padahal waktu itu BangZay tidak mengetahui Cooperative Trading House itu apa?. Beliau hanya dapat info dari teman nya katanya bisa bantu pemasaran. Pertam kali menginjakkan kaki di CTH Jatim dan bertemu dengan Direktur CTH Jawa Timur Bapak Helmy Syarief. BangZay dengan percaya diri menunjukkan produknya Abon Ikan yang hanya di kemas sederhana dengan plastik polos tanpa tulisan apapun.

Penasaran dengan kisah selanjutnya, bagaimana tanggapan Direktur CTH Jawa Timur Bapak Helmy Syarief melihat sampel Produk Bangzay yang dikemas sederhana tersebut? Tunggu kisah inspiratif di bagian 3, jangan sampai ketinggalan kisah inspirasi tersebut.

Tunggu tanggal mainnya di bagian 3, sekian dulu wassalamualaikum…wr..wb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *